GONDONGAN

administrator | 2018-01-10 13:28:25

Oleh : dr. Bagus Tri Samsu, SpA

Gondongan atau biasa disebut mumps atau parotiti sadalah penyakit infeksi akut menular yang disebabkan oleh virus (tersering Paramyxovirus) yang banyak menyerang jaringan kelenjar dan saraf. Kelenjar tersering adalah kelenjar ludah (kelenjar parotis) yang terletak diantara telinga dan radang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah mendekati bawah telinga.

Virus menyebar dari manusia yang terjangkit melalui kontak langsung lewat percikan cairan ludah (droplet). Sumber infeksi adalah ludah atau bahan-bahan yang tercemar oleh ludah yang terinfeksi dan masuk lewat udara pernafasan. Inkubasi terjadi selama 14-24 hari.

Semua lapisan usia yang belum memperoleh kekebalan bias saja terkena penyakit ini, apalagi anak-anak karena kekebalan yang dimiliki anak tidak sebaik orang dewasa. Di samping itu penular sendiri bias dari sesame anak yang sedang sakit gondongan di lingkungannya seperti lingkungan rumah dari saudara kandungnya, teman pengasuhan, teman bermain atau teman sekolahnya.

 

Tanda dan gejala

Gejala awal berupa lesu, demam, nyeri pada otot terutama daerah leher, sakit kepala, nafsu makan menurun diikuti pembesaran cepat satu atau dua kelenjar parotis serta kelenjar ludah yang lain seperti yang di bawah rahang dan dagu.  Sebagian besar (70-80%) terjadi pada kedua kelenjar. Gejala khas dan klasik pada anak yang lebih besar akan mengeluh sakit telinga dan diperberat jika mengunyah dan makan-makanan asam seperti jus lemon atau cuka. Dalam 1-3 hari kelenjar semakin membesar sampai telinga terangkat.

 

Penegakan Diagnosis

Penegakan diagnosis gondongan mudah ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dokter sehingga pemeriksaan laboratorium pada umumnya tidak diperlukan. Pada kasus yang tidak khas atau melibatkan organ penting lain selain kelenjar air ludah yang berat memerlukan pemeriksaan laboratorium darah rutin, tesserologi, pengukuran enzim dan biakan virus.

 

Penanganan

    Gondongan yang klasik atau tanpa komplikasi adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri. Terapi yang diberikan berupa pemberian asupan cairan dan nutrisi yang cukup untuk penyembuhan. Tidak ada antivirus yang tepat digunakan untuk gondongan ini. Antibiotik diberikan apabila dicurigai penyebab gondongan adalah bakteri atau tipe parotitis bakterial. Terapi cairan infuse diberikan pada gondongan dengan muntah-muntah yang hebat dan terus menerus atau mengalami penyulit pada susunan saraf pusat sehingga harus dirawat di rumah sakit. Pemberian antibodi (Imunoglobulin) masih di perdebatkan dan belum ada bukti mencegah penyulit yang berat.

Anak bias dirawat di rumah dengan memberikan makanan dan minuman yang cukup serta istirahat yang cukup. Paracetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri karena pembengkakan kelenjar sekaligus menurunkan demam. Anak yang mengalami gondongan sebaiknya dirawat terpisah untuk menghindari penularan, termasuk dalam hal ini penggunaan alat-alat pribadi dan alat-alat makan.

 

Mensiasati saat anak tidak mau makan saat gondongan

Anak gondongan umumnya mengalami kesulitan makan karena mengalami nyeri disekitar rahang jika mengunyah. Anak ini dapat diberikan makanan kesukaannya namun dengan tekstur yang lunak atau tidak perlu banyak mengunyah. Dihindari makan-makan yang bias merangsang produksi ludah seperti asam, pedas dan banyak lemak, supaya tidak nyeri saat makan.

Komentar

Belum ada komentar

Tulis Komentar