Program dan Kegiatan

  • Home
  • Program dan Kegiatan
  1. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS)

Sistem Informasi Manajemen adalah sekumpulan hardware,software, brainware, prosedur dan/atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi baik dalam bentuk tulisan, gambar maupun suara yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan suatu keputusan.

Oleh karena itu untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang bukan hanya sekedar mengobati penyakit tetapi juga menginginkan pelayanan yang bermutu (cepat, tepat,terjangkau dan fasilitas memdai). Maka RSUD Kabupaten Sidoarjo menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS)yang berbasis information Technology (IT) yang berdiri sejak tahun 2003.

SIM RSUD Kabupaten Sidoarjo telah menggunakan 21 (dua puluh satu) modul SIM RS antara lain Billing, Farmasi, Anggaran, Keuangan, Akuntansi, Remunerasi, SDM, Pendidikan, Laborat, Gizi, Gateway, E-Kios, E-Office, Keperawatan, Bank Darah, ULP, Pemasaran, Rekam Medis, E-Rekam Medis, PAC, dan Perlengkapan. Sementara itu, perbaikan dan penyempurnaan sistem yang direalisasikan tetap diprogramkan bersamaan dengan penyempurnaan Hardware, Software dan Brainware sisem jaringan komputer rumah sakit.

 

     B. Trauma Center

Trauma center atau Pusat Penanggulangan dan Pelayanan Kecelakaan kerja adalah suatu program pengembangan pelayanan terhdap permasalahan trauma, luka, cidera dan bentuk kecelakaan kerja yang lain bagi para peserta jamsostek. Program trauma center diselenggarakan dengan melibatkan 3 (tiga) pihak, yakni :

  1. PT Jamsostek (Persero) sebagai pihak penyelenggara jaminan sosial kesehatan tenaga kerja
  2. Rumah Sakit yang menjadi pusat penanggulangan dan pelayanan kecelakaan kerja atau trauma center.
  3. Perusahaan peserta jaminan kecelakaan kerja (JKK) atau Jaminan Pemeliharaan Kerja.

 Mekanisme pelaksanaan trauma center pada RSUD Kabupaten Sidoarjo sendiri meliputi :

  1. Pembentukan kerja sama natra rumah sakit umum daerah kabupaten Sidoarjo dengan PT Jamsostek di tingkat kabupaten.
  2. Sosialisasi pelaksanaan Trauma Center.

Tetapi seiring dengan perkembangan dunia kedokteran maka dilakukan pengembangan program Trauma Center dengan bantuan jaringan rujukan dan pelatihan Basic Trauma Life Support (BTLS & ATLS) serta ditunjang juga dengan penyediaan sarana rawat inap untuk trauma center dan juga ambulance TR dari PT Jamsostek.